Header Ads

Header ADS

16 Jenis Kayu Yang Ada Di Negara Indonesia (part 2)

1.    Kayu Albasia
Kayu albasia adalah jenis kayu yang sering dipanggil dengan julukan kayu basia atau kayu sengon, dan jenis kayu albasia ini tidak sulit untuk menemukannya. Karena kayu albasia adalah jenis kayu yang mudah tumbuh di semu daerah yang beriklim tropis ataupun hujan. Kayu albasia ini, juga banyak yang terjual di toko-toko materialan atau di toko meubel, dan biasanya kayu ini dijual dalam bentuk kaso atau papan. Jenis dari kayu albasia ini adalah kayu yang sangat lunak dan mudah patah, sehingga kayu albasia ini jarang sekali untuk langsung di finishing. Dengan Karakter kayu yang berbulu dan berpori-pori  besar ini, membuat sejumlah kayu albasia lebih susah untuk di ukir, dan biasanya mereka akan sering menggunakan kayu ini untuk kebutuhan materialan bangunan. Jika anda memang masih baru dalam memahami jenis-jenis kayu, anda akan jarang sekali menemukan jenis kayu albasia yang digunakan untuk produk kerajinan tangan ukir. Karena jenis kayu albasia ini adalah jenis kayu yang mudah patah dan berbulu.

2.    Cendana
Kayu cendana, adalah jenis kayu yang sangat berbeda dengan jenis kayu yang lainnya. Karena jenis kayu cendana ini memiliki ciri khas aromanya yang sangat harum dan wangi. Sehingga, banyak diantara pengrajin kayu yang berbondong-bondong untuk membuat dupa, minyak wangi, atau yang lain, dengan bahan dasar yang berasal dari pohon cendana. Sedangkan kualitas dari kayu cendana ini, bukanlah jenis kayu yang berkualitas apabila di kategorikan sebagai kayu meterial. Karena pada dasarnya jenis kayu cendana ini adalah jenis kayu parasit, dan hanya mampu tumbuh di ketinggian 15 meter dengan diameter kayu sekitar 30 cm. sistem pembudidayaan pada sejumlah kayu cendana ini tergolong sangat sulit, karena jangka waktu untuk sampai ke  panen membutuhkan waktu yang cukup lama. meskipun jangka waktu yang dibutuhkan budidaya kayu cendana ini tergolong lama, tetapi kayu cendana adalah jenis kayu yang sangat diminati disemua kalangan, sehingga membuat harga dari jenis kayu cendana ini relatif cukup mahal (bahkan dijual dengan ukuran KG).

Kayu cendana yang paling subur untuk tumbuh, terletak di daerah nusa tenggara timur (NTT) dan sudah menjadi icon serta ciri khas komuditas eksport sejak dahulu kala. Kayu cendana yang dirubah menjadi produk dan kerajinan atau forniture, sebaiknya tidak perlu di finishing, agar nantinya forniture dan kerajinan anda tetap wangi dan segar. Itulah yang membuat jenis kayu cendana ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

3.    Kayu Ulin
Kayu ulin adalah jenis kayu yang biasanya digunakan untuk meterial pembuatan kapal. Kayu ulin ini sendiri adalah jenis kayu yang berasal dari negera indonesia tepatnya di provinsi kalimantan dan sumatera bagian selatan. Kayu ulin ini juga dapat tumbuh dengan ketinggian 50 cm dan diameter kayu mencapai 1 meter. Kayu ulin ini juga tahan terhadap perubahan suhu, kelebapan, dan tidak mudah dimakan rayap, dan dari sinilah persamaan antara kayu ulin dengan kayu jati. Bahkan kayu ulin ini juga tahan terhadap serangan rayap ataupun serangan air dan jamur.

Kayu ulin yang sering anda lihat ini, adalah jenis kayu ulin yang sering digunakan untuk membuat rumah kayu yang terletak di provinsi kalimantan dan sumatera selatan. Kemungkinan besar bahwa kayu ulin ini adalah jenis kayu yang sangat kuat dan kokoh, bahkan kayu ini juga kuat dari serangan rayap atau serangga kayu.

4. kayu eboni
Kayu yang memiliki nama latin diospyrs celebica ini, pada tahun 2018 ini pepulasinya sudah cukup langka dan susah di temui. Perpaduan warna hitam dan cokelat dengan urat yang berjajar lurus dan memiliki warna kontras yang sama dengan warna kayunya. Kayu indonesia yang dikenal dengan nama macassa ebony dan black ebony ini membuat sejumlah kayu ini menjadi salah satu jenis kayu yang banyak di incar di negara indonesia. Bahkan sampai ke manca negara juga mencari jenis kayu eboni ini, seperti negara jepang, eropa, dan amerika serikat.

Pada masa kejayaan kayu eboni ini, terjadi sekitar pada tahun 1973, dimana kayu eboni menjadi salah satu kayu yang di eksport dengan kuantitas yang sangat banyak, bahkan mencapai 16.000 m3 dan terus menurun hingga sampai pada akhirnya kayu eboni dilindungi oleh menteri perhutanan dan dinobatkan sebagai kayu cagar budaya.

Tinggi dari pohon Kayu eboni ketika tumbuh, mencapai ketinggian 40m dengan diamter kayu mencapai 1 meter, dan kualitas dari kayu eboni ini dinobatkan sebagai kayu kelas awet nomor 1 dan kelas terkuat nomor 1, dengan berat yang dikandung mencapai 1.05 (0.90-1.14). dengan berat yang dimiliki kayu eboni ini, membuat kayu tersebut tidak mampu mengapung diatas air dan banyak digunakan sebagai kerajinan tangan yang super berkualitas, seperti gitar, piano, biola, hingga di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan patung, tongkat, dan juga perhiasan.

No comments

Powered by Blogger.