Mengenal Berbagai Jenis Serat Kayu Yag Cocok Untuk Di Amplas || jual amplas, toko amplas, grosir amplas dan kertas gosok
Berbicara tentang serat kayu, memang menjadi salah satu hal
paling penting saat akan menggunakannya. Karena sebuah serat kayu menjadi salah
satu tolak ukur untuk penilaian kualitas kayu tersebut. Dalam hal ini, serat
kayu sering digunakan para konsumen untuk melihat tingkat kualitas kayu.
Dari kesekian banyak para pengrajin mebel dan kerajinan
tangan, serat kayu menjadi patokan utama untuk membuat hasil yang lebih baik.
Semakin tebal serat kayu yang digunakan, maka hasil kerajinan tangan yang
dibuat semakin baik dan berkualitas. Itulah mengapa serat kayu menjadi
penilaian utama bagi pengrajin kayu atau meubel.
Kemudian, dengan adanya serat kayu yang coraknya beraneka
ragam. Membuat sistem identifikasi kayu menjadi lebih mudah. Karena setiap
identifikasi pada sebuah kayu, membutuhkan sampel serat kayu yang nantinya akan
di teliti. Sistem penlitian ini juga dilakukan dengan cara melihat seberapa
besar pori-pori yang ada di dalam serat kayu yang sedang diteliti.
Ketika sebuah pohon masih tumbuh, pori-pori yang ada di
dalam pohon berguna untuk menyalurkan getah-getah pohon menuju berbagai sudut.
Sehingga, pohon yang masih tumbuh menjadi lebih awet dan kuat serta keras.
Pada dasarnya, kayu keras itu sendiri terbagi menjadi 2
jenis. Dimana jenis yang utama adalah sebuah jenis pori-pori kayu yang
membnetuk sebuah serat. Biasa disebut dengan porositas. Biasanya, pori-pori
yang yang disebut dengan porositas ini, akan menyesuaikan dengan iklim yang
ada. Seperti di indonesia ini, kayu yang memiliki serat atau porositas dengan
bentuk yang besar, tidak bisa tumbuh di ilkim yang sedang. Bahkan kayu dengan
jenis tersebut tidak mampu bertahan jika di tanam dengan sistem kayu tahunan.
Karena porositas dari setiap serat kayu tidak bisa mengkondisikan dengan iklim
yang sedang terjadi.
Yang kedua adalah sebuah jenis kayu yang kerap kita temui di
iklim tropis. Dimana kayu tersebut memiliki bentuk pori-pori dan serat kayu
yang menyebar keseluruh area kayu (dari atas hingga bawah). Sehingga, pori-pori
yang ada di dalam kayu, mampu menyesuaikan kondisi iklim dan mampu bertahan
hidup meski di tanam dengan sistem tahunan.
Dari kesekian jenis kayu ini, secara harfiah memang mudah di
defikiniskan. Tetapi ada salah satu aturan, dimana untuk mengukur sebuah
kualitas kayu sangat sulit dilakukan. Dimana sebuah kayu yang memiliki
pori-pori di dalam serat, tetapi menyebar dari bentuk pori-pori yang besar
menuju yang kecil. Sehingga, idetifikasi kayu tersebut sangat sulit untuk di
lihat.
Setelah kita tahu apa saja yang perlu di pertimbangkan saat
identifikasi kayu dengan menggunakan bentuk dari pori-pori. Masih ada hal-hal lain yang perlu
di pertimbangkan saat mengidentifikasi sebuah kayu. Tetapi masih dalam jenis
pori-pori serat kayu.
Secara teknis untuk mengukur sebuah pori-pori kayu, perlu
mengunakan mikrometer atau sering disebut dengan mikron. Tetapi karena jumlah
kayu ini terlalu banyak, maka penggunaan mikrometer masih kurang efektif.
Sehingga pengukuran jenis pori-pori ini menggunakan sistem dugaan atau
perbandingan. Dimana dugaan atau perbandingan ini menggunakan sistem pori-pori
dengan ukuran relatif besar atau relatif kecil.
Meskipun kita menggunakan sistem perbadingan besar kecilnya
pori-pori. Bukan berarti itu adalah hal yang mudah dilakukan. Karena sebuah
pori-pori ini, akan ditutupi oleh beberapa sel dan getah yang membuat
identifikasi kayu tersebut menjadi susah dilakukan.
Dalam beberapa kasus, pengukuran besar kecilnya pori-pori
ini di sertai dengan beberapa endapan getah, resin, dan corak warna yang dapat
membantu proses identifikasi. Tetapi, sifat dari beberapa endapan ini kurang
begitu efektif jika digunakan untuk sistem identifikasi. Karena endapan ini
juka dikategorikan sebagai endapan sporadis. Maka dari itu identifikasi kayu
tersebut menggunakan sistem frekuansi. Dimana frekuensi tersebut menggunakan
sifat relatif, jarang, umum, dan berlimpah.
Beberapa sebuah penelitian dari konversi gubal menjadi
empulur adalah dengan munculnya tylosis. Tylosis (tunggal, tilosis) yang muncul
sebagai sebuag struktur seperti gelembung yang tumbuh menjadi pori-pori
terbuka, dan dalam beberapa kasus, benar-benar menghentikan pori-pori dari
empulur.
Pada dasarnya, utnuk mengidentifikasi sebuah kayu
menggunakan banyak cara dan sistem. Dimana sistem pertama adalah seperti yang
saya sebutkan di atas. Tetapi bagi orang-orang sudah lihai, untuk
mengidentifikasi sebuha kayu sudah menggunakna teknologi
Mungkin sampai di sini dulu ya, semoga artikel yang saya
tulis bisa bermanfaat bagi para pembaca. Sekian.
Cara Mengisi Serat Kayu, Agar Terlihat Mulus Saat Di
Finishing
Pada dasarnya, untuk sebuah finishing kayu membutuhkan yang
namanya penutupan merata. Dimana pori-pori yang masih terlihat berlubang, perlu
adanya finishing. Tindakan seperti ini berguna agar hasil tampilan yang di
peroleh menjadi lebih baik. Dengan begitu permukaan kayu yang sedang anda cat
akan telrihat lebih mengkilap.
Caranya sangatlah mudah, dimana permukaan kayu yang masih
berlubang di tambahkan sebuah dempul atau semacamnya. Jika tidak keberatan
dempul ini sifatnya seperti bedak. Sehingga dengan adanya sistem pendempulan
ini, hasil yang akan anda peroleh menjadi lebih mulus dan mengkilap.
Tetapi, sebelum anda melakukan pendempulan terhadap
permukaan kayu yang masih berpori, ada baiknya anda lakukan pengamplasan atau
penggosokan. Sehingga, dempul atau penutupan pori-pori ini tidak terlalu
banyak.
Pada point ini, gunakanlah amplas dengan nomor 100 dan
beralih ke nomor 150 hingga ke 180. Dengan tujuan agar anda tidak kecapekkan
untuk menggosok permukaan tersebut. Kemudian dengan serbuk pasir yang di
tempelkan ke permukaan kertas gosok atau amplas, membuat kayu menjadi terlihat
lebih rata dan halus, sehingga akan lebih mudah untuk di dempul atau di
finihing.
Pengamplasan itu sendiri bukan hanya meratakan. Tetapi juga
harus anda lihat apakah pori-pori kayu sudah menipis atau tidak terlihat. Karena
jika masih terlihat, ataupun masih berlobang besar, dempul yang anda olehkan
akan lebih banyak digunakan. Sehingga, anda perlu menggosoknya dengan baik dan
rata.
Debu amplas sudah hilang maka seluru pori kayu sudah
tertutup dengan baik. Maka pori kayu akan berkurang fungsinya dalam menyerap
kelembaban. Langkah selanjutnya dalam finishing pun dapat Anda lakukan dengan
baik menggunakan pernis atau plitur kayu.
No comments